Blog

Third Party Logistics (3PLs)

1.Transportasi 

Transportasi adalah alat yang digunakan untuk mengangkut manusia, hewan dan barang ketempat tujuan. Atau definisi transportasi yang lainnya yaitu memindahkan manusia, hewan ataupun barang dari tempat asal ketempat tujuannya dengan memakai suatu alat yang dapat digerakan oleh makhluk hidup atau mesin. Dan transportasi dibagi menjadi 3 bagian yaitu :

  1. Transportasi Udara
  2. Transportasi Darat
  3. Transportasi Laut

Fungsi Transportasi :

Beberapa fungsi transportasi, yang diantaranya sebagai berikut ini:

  • Untuk memudahkan aktifitas manusia dalam kehidupan sehari-hari.
  • Untuk melancarkan arus barang maupun arus manusia.
  • Untuk menunjang perkembangan pembangunan pada suatu daerah.
  • Dan untuk menunjang perkembangan ekonomi dengan jasa angkutan

Manfaat Transportasi 

Manfaat transportasi dibagi menjadi 3 bagian, yang diantaranya sebagai berikut ini:

Manfaat bagi ekonomi

Kegiatan ekonomi memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Saat  ini transportasi merupakan salah satu kegiatan yang menyangkut kebtuhan manusia yaitu dengan memindahkan manusia, hewan atau barang dari tempat asal ketempat tujuan sehingga dapat terjadi transaksi (menyediakan jasa angkutan).

Manfaat untuk sosial

Sedangkan manfaatnya bagi sosial, yang diantaranya sebagai berikut ini:

  • Dapat menjadi pelayanan untuk masyarakat baik itu perorangan ataupun
  • Memendekan jarak antaran tempat atau daerah.
  • Menyediakan jasa bagi perjalanan.
  • Pertukaran informasi, dan lain-lain.

Manfaat Untuk Kewilayahan 

Dapat memudahkan dalam memenuhi berbagai macam kebutuhan bagi                           daerah-daerah khususnya daerah yang sedang mengalami pembangunan.

Manfaat untuk politis

Manfaat untuk politis, yang diantaranya sebagai berikut ini:

  • Dapat menciptakan persatuan.
  • Dapat Meninkatkan keamanan negara.
  • Pelayanan untuk masyarakat dapat diperluas.
  • Mempermudahdalam mengatasi permasalahan misalnya seperti menuju lokasi

2.Warehouse (Gudang)

Gudang  pada  dasarnya  adalah  bangunan  yang  secara  fisik  mempuny ai  kriteria tertentu  sebagai  tempat  penyimpanan  barang,  yang  mana  di  da lamnya  terdapat  proses pergudangan (warehousing) berupa storage dan material handling.

3.Cross Docking

Cross-docking  adalah  strategi  logistik  dimana  muatan  diturunkan  dari kendaraanmasuk  dan  (hampir)   langsung   masuk  ke  kendaraan  keluar,  dengan sedikit  atau  tanpa penyimpanan  di  antaranya.  Panduan  untuk  keberhasilan  penggunaandan  penerapan  cross-dockingdibahas   dan   beberapa   karakteristik   dijelaskan   yang   dapatdigunakanuntuk membedakan antara tipe cross-dock yang berbeda

4.Manajemen Persediaan

Manajemen Persediaan atau Inventory Manajemen merupakan salah satu bagian dalam manajemen operasional dan manajemen produksi. Dalam businessdictionary.com disebutkan bahwa manajemen persediaan adalah kegiatan untuk menjaga jumlah optimum dari barang yang dimiliki.Secara keseluruhan proses produksi merupakan proses yang dinamais terutama pada pergerakan barangnya. Karena itu diperlukan pengelolaan yang baik terhadap barang tersebut agar tidak mengganggu proses produksi.

5.Kemasan

Kemasan adalah desain kreatif yang mengaitkan bentuk, struktur, material, warna, citra, tipografi dan elemen-elemen desain dengan informasi produk agar produk dapat dipasarkan. Kemasan digunakan untuk membungkus, melindungi, mengirim, mengeluarkan, menyimpan, mengidentifikasi dan membedakan sebuah produk di pasar (Klimchuk dan Krasovec, 2006:33).

6.Pengiriman Barang

Kesimpulan (Optional)

Adapun yang dapat disimpulkan dari 3PL ini adalah berfungsi  ransportasi, pergudangan, cross-docking, manajemen persediaan, kemasan, dan pengiriman barang.Barang untuk produksi atau  hasil  produksi dalam  jumlah  dan  rentang waktu tertentu yang kemudian didistribusikan ke lokasi yang dituju berdasarkanpermintaan. Kendala  yang  dihadapi  dalam  pengelolaan .

Daftar Pustaka

Abdillah, L. A. (2017). Business Modeling – Supply Chain Management.  Retrieved from http://blog.binadarma.ac.id/mleonaa/teaching/business-modeling-supply-chain-management/

Firdaus, O. M., Hartati, V., Prambudia, Y., & Saptadi, S. (2015). Supply Chain Management.

Simchi-Levi, D., Simchi-Levi, E., & Kaminsky, P. (1999). Designing and managing the supply chain: Concepts, strategies, and cases: McGraw-Hill New York.

Sudianto, E., Abdillah, L. A., & Andryani, R. (2013, September). Analisis dan perancangan e-supply chain management pada distribusi karet olahan. Paper presented at the Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi V 2013 (Semnastik2013) Hotel Aryaduta, Palembang.

Transportasi

http://www.pengertianku.net/2015/12/pengertian-transportasi-dan-fungsinya-maupun-contohnya.htmldiakeses 11 Mei 2017

Cross Docking

https://www.youtube.com/watch?v=eTwsKWa_5NYdiakses 11 mei 2017

Warehouse

http://ilmupergudangan.blogspot.co.id/2015/09/pengertian-warehouse.htmldiakses 11 mei 2017

manajemen persedian

http://rocketmanajemen.com/manajemen-persediaan/diakses 11 mei 2017

Kemasan

http://www.kajianpustaka.com/2016/10/pengertian-fungsi-tujuan-dan-jenis-kemasan.html diakses 11 mei 2017

Pengiriman Barang

http://jasapengirimanbarang.org/pengertian-pengiriman-barangdiakses 11 mei 2017

IT In Supply Chain

Ada beberapa IT atau teknologi informasi yang diterapkan dalam supply chain management, di antaranya SAP (System Application and Product In Data Processing).

SAP ini adalah singkatan dari “System Analysis and Program Development ( in German : Systemanalyse und Proggrammentwicklung ) yang ditemukan oleh Wellenreuther, Hopp, Hector, Plattner, dan Tschira pada tahun 1972. Yang kemudian berganti menjadi “Systems Application and Products in Data Processing” pada tahun 1977. “SAP”yang dikenal pada saat ini adalah sistem R/3-nya yang sudah teruji oleh perusahaan-perusahaan dunia dalam menjalankan bisnisnya, yang lebih dikenal dengan SAP R/3. Sebelum sampai ke generasi R/3, SAP sudah melewati tahap R/1 dan R/2. Selain sistem R/3 yang terkenal banyak juga solusi-solusi bisnis lainnya antara lain SAP BI (Business Intelligence) yang digunakan untuk Data Warehousing, SEM (Strategic Enterprise Management), SCM (Supply Chain Management), CRM dan masih banyak solusi-solusi bisnis lain yang ditawarkan oleh SAP untuk berbagai jenis bidang usaha di dunia.

Tujuan Penggunaan SAP (System Application And roduct In Data Processing) :

Untuk mengurangi jumlah biaya dan waktu yang digunakan untuk mengembangkan dan  menguji menguji semua program yang terdapat didalam perusahaan. Untuk itulah banyak perusahaan beralih ke penggunaan tool-tool yang terdapat di aplikasi SAP ini.

SAP Supply Chain Management (SAP SCM) 

SAP SCM adalah yang paling Tua dalam komponen SAP Business Suite. Mengubah sebuah Mata rantai pasokan ke pelanggan yang dinamis yang berpusat pada jaringan rantai pasokan, SAP SCM memungkinkan Perusahaan untuk merencanakan dan memudahkan perusahaan jaringan logistik Dan sumber daya yang bergabung untuk membentuk sebuah Supply chain.

  SAP Supply Chain Management memungkinkan kolaborasi, perencanaan, pelaksanaan dan koordinasi seluruh jaringan pasokan dari pemasok ke produsen ke grosir ke pengecer ke consumer. Modul SAP Business Suite memberikan organisasi kemampuan unik untuk melakukan proses bisnis yang penting dengan perangkat lunak modular yang dirancang untuk bekerja dengan SAP lainnya dan perangkat lunak non-SAP. SAP SCM menyediakan fungsionalitas yang luas untuk memungkinkan jaringan pasokan responsif dan dapat diterapkan dengan baik pada SAP maupun software non-SAP.

Keunggulan SAP SCM Bagi Bisnis :

  1. —Dengan SAP SCM, perusahaan dapat mendeteksi dan merespon dengan cepat adanya perubahan dan memanfaatkan peluang baru.
  2. —Dengan menawarkan kerangka informasi umum yang mendukung komunikasi dan kolaborasi, SAP SCM memungkinkan organisasi untuk beradaptasi secara lebih baik dan untuk memenuhi permintaan pelanggan.
  3. —Melacak dan memonitor kepatuhan menjadi lebih mudah di berbagai bidang seperti lingkungan, kesehatan, dan keselamatan.
  4. —Transparansi informasi dan real-time business intelligence dapat meminimalisir siklus cash-to-cash. Mengurangi tingkat persediaan dan meningkatkan perputaran persediaan di seluruh jaringan sehingga dapat menurunkan biaya keseluruhan.

Data di SAP :

Tipe data yang terdapat dalam sistem SAP:

1.Data Transaksi

  • Data yang digunakan untuk melakukan transaksi di SAP, contoh: membuat purchase order
  • Setiap transaksi akan tersimpan di dalam satu dokumen tertentu

2.Master Data

  • Data utama yang harus dibuat dengan benar supaya transaksi bisa dilakukan, contoh: material master, vendor master, customer master
  • Master data tersimpan secara terpusat dan digunakan oleh seluruh modul aplikasi dalam sistem SAP

Modul-modul dan Produk SAP :

Setelah semakin banyak perusahaan yang menggunakannya, SAP mengembangkan produknya sesuai dengan berkembangnya kebutuhan perusahaan. Produk-produk ini disebut SAP Business Suite. Berikut adalah beberapa produknya: 

  • CRM– Customer Relationship Management
  • SRM– Supplier Relationship Management
  • PLM– Product Lifecycle Management
  • SCM– Supply Chain Management
  • APO Advanced Planner and Optimizer
  • e-Procurement
  • FSCM– Financial Supply Chain Management
  • EHS– Environment Health and Safety
  • SEM– Strategic Enterprise Management
  • BI– Business Intelligence
  • EWM– Extended Warehouse Management

Keuntungan Menggunakan SAP :

  1. SAP merupakan table drive customization software.
  2. Sehingga perubahaan persyaratan bisnis dapat dilakukan dengan cepat menggunakan sekumpulan program umum.
  3. Penambahan program sumber menggunakan User-exits
  4. Perangkat seperti variasi layar untuk melakukan pengesetan terhadap atribut field baik itu untuk disembunyikan, ditampilkan atau menjadikan field utama.

Perkembangan SAP :

Sejak pertama kali launch tahun 1972 hingga sekarang, SAP sudah melakukan banyak sekali perkembangan seiring perkembangan teknologi. Evolusi SAP dimulai dari R/1 (1 tier), R/2 (2 Tier – Mainframe), R/3 (3 Tier – Client Server) hingga sekarang mencapai konsep SAP NetWeaver karena kemampuan accesiblity dari berbagai perangkat. Semenjak kemunculan SAP NetWeaver pada tahun 2004, secara teknologi SAP mulai berkembang dari aplikasi client- server menjadi aplikasi berbasis Service Oriented Architecture. Tiga modul utama masih menjadi core yang kemudian dikenal sebagai ECC (Enterprise Core Module) dengan dilengkapi beberapa teknologi pendukung seperti Enterprise Portal (EP), Business Intelegence (BI), Process Integration (PI), Mobile Infrastructure (MI), yang kemudian solusi ini diperkenalkan ke ranah publik sebagai MySAP ERP Solution. Selain Solusi MySAP ERP, mulai pertengahan dekade ini, SAP juga memasarkan beberapa solusi lain seperti MySAP CRM (Customer Relationship Management), MySAP SCM (Suply Chain Management) dan beberapa solusi lain.

Daftar Pustaka

Abdillah, L. A. (2017). Business Modeling – Supply Chain Management.  Retrieved from http://blog.binadarma.ac.id/mleonaa/teaching/business-modeling-supply-chain-management/

Firdaus, O. M., Hartati, V., Prambudia, Y., & Saptadi, S. (2015). Supply Chain Management.

Simchi-Levi, D., Simchi-Levi, E., & Kaminsky, P. (1999). Designing and managing the supply chain: Concepts, strategies, and cases: McGraw-Hill New York.

Sudianto, E., Abdillah, L. A., & Andryani, R. (2013, September). Analisis dan perancangan e-supply chain management pada distribusi karet olahan. Paper presented at the Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi V 2013 (Semnastik2013) Hotel Aryaduta, Palembang.

http://octavia-chaniago.blogspot.co.id/2011/01/sap-system-application-and-product-in.html,          diakses 17 Mei 2017.

http://stevanus.id/berkenalan-dengan-sap/, diakses 17 Mei 2017.

http://rizwan1107.blog.widyatama.ac.id/2016/03/14/artikel-sap/, diakses 17 Mei 2017.

http://www.monsoonacademy.com/article/2862/Gambaran-Singkat-Tentang-SAP-Supply- Chain-Management-(SAP-SCM)-.html, diakses 17 Mei 2017.

 

 

 

 

Warehouse Management

Warehouse adalah sebuah ruangan yang digunakan untuk menyimpan berbagai macam barang yang sudah jadi atau bahan baku yang akan digunakan untuk proses produksi dan juga barang-barang dari suatu pabrik tergantung dari jenis warehouse itu sendiri. Setiap pabrik memiliki desain gudang yang berbeda-beda, tergantung dari produk yang dihasilkan dari pabrik itu sendiri.

Tujuan Pendirian Warehouse :

Gudang dibutuhkan di dalam proses koordinasi penyaluran barang, yang muncul sebagai akibat kurang seimbangnya proses supply (penawaran) dan demand (permintaan). Kurang seimbangnya antara proses penawaran dan permintaan tersebut mendorong munculnya inventori (persediaan), persediaan membutuhkan ruang sebagai tempat penyimpanan sementara yang disebut sebagai gudang.

Manfaat Warehouse :

  1. —Manfaat waktu yang didapatkan adalah bahwa barang akan memberikan keuntungan lebih apabila barang tersebut disimpan digudang dan dikeluarkan ke pasar pada saat yang tepat.
  2. —Manfaat bentuk diperoleh apabila pada saat menunggu digudang dilakukan proses perakitan sehingga dari sisi bentuk, barang tersebut akan memberikan manfaat lebih kepada konsumen.

Cross Docking

Cross-docking adalah strategi logistik dimana muatan diturunkan dari kendaraan masuk dan (hampir) langsung masuk ke kendaraan keluar, dengan sedikit atau tanpa penyimpanan di antaranya. Panduan untuk keberhasilan penggunaan dan penerapan cross-docking dibahas dan beberapa karakteristik dijelaskan yang dapat digunakan untuk membedakan antara tipe cross-dock yang berbeda.

Types of Cross Docking :

  1. —Pre-Packed Cross Docking: Kemasan (misalnya: pallet, peti dll) dipilih oleh supplier berdasarkan pesanan dari toko, diterima dan dibawa menuju outbound docks untuk digabungkan dengan kemasan yang sama dari supplier lain untuk dimuat ke dalam kendaraan pengiriman ke toko tanpa proses handling lebih lanjut.
  2. —Intermediate Handling Cross Docking: Kemasan (Pallet, peti dll) diterima, lalu dibuka kemudian diberi label kembali ke dalam kemasan baru oleh distribution center untuk dikirimkan kembali ke toko. Kemasan baru ini kemudian dikirim ke outbound dock untuk digabungkan dengan kemasan yang serupa dari supplier lain di dalam kendaraan pengiriman.

Prerequisites cross-docking :

  1. Barang diterima = barang dikirimkan

Jika seluruh barang yang diterima gudang merupakan barang yang akan dikirimkan, dengan kata lain, barang yang diorder adalah barang yang sedang diterima digoods receiving, maka ini adalah kondisi ideal untuk melakukan cross docking

2. Tersedia lokasi yang memadai.

  Lokasi ini digunakan untuk membongkar barang terlebih dahulu digudang. Barang yang akan dinaikan langsung ke truck keberangkatan ditinggalkan dan sisanya disimpan dilokasi rak. Dengan cara ini maka gudang setidaknya sudah menghemat ½ aktifitas picking yang tidak dilakukanya. Disamping itu juga perlu disiapkan luasan loading dock yang sesuai agar cross docking dapat cepat dilaksanakan.

—3. Kuantitas jenis barang yang terbatas.

 Cross docking akan semakin efektif jika jenis barang yang akan di cross dockingkan tidak terlalu banyak, tetapi dalam kuantitas yang banyak.

Advantages cross-docking :

  1. —Mempercepat aliran produk dari supplier ke toko
  2. —Menghilangkan buruh dari proses
  3. —Tidak ada aktivitas penyimpanan dan penanganan
  4. —Mengurangi inventory barang jadi dalam sistem
  5. Meningkatkan perputaran inventory
  6. —Mengurangi kebutuhan terhadap fasilitas distribusi

Drawback cross-docking :

  1. —Truk yang digunakan harus sesuai dengan kapasitas yang diperlukan
  2. —Penambahan handle muatan dapat meningkatkan potensi kerusakan barang
  3. —Biaya tenaga kerja kuli atau tenaga angkut meningkat

Industries that Applicate  cross-docking :

  • Mitra Adira Utama yang mengelola 8 gudang dengan jumlah lebih dari 23.000 meter persegi sebagai gudang umum,
    pusat gudang kargo untuk kargo umum, stasiun angkutan kontainer (CFS). Gudang tersebut terletak di area Dry Port Cikarang, JABABEKA.
  • SERASI LOGISTICS INDONESIA (SELOG) HUB CROSS DOCKING CIKARANG yang memiliki warehouse di Nagasari, Serang Baru, Bekasi, West Java 17330
  • GAC Samudera Logistics Services yang terletak di Jl. Waru Blok F2 No. 5, Kawasan Industri Delta Silicone II, Bekasi Selatan, Pekayon Jaya, Bekasi Sel., Kota Bks, Jawa Barat 17113
  • Kamigumi Logistics Indonesia, yang terletak di Bekasi city – GIIC (Greenland International Industry Center)

Issue cross-docking :

Salah satu faktor terpenting dalam menerapkan manajemen rantai pasokan adalah dengan efisien mengendalikan aliran fisik rantai pasokan. Karena pentingnya, banyak perusahaan mencoba mengembangkan metode yang efisien untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan mengurangi biaya. Dalam berbagai metode, cross-docking dianggap sebagai metode yang baik untuk mengurangi persediaan dan meningkatkan daya tanggap terhadap berbagai permintaan pelanggan jam tangan. Namun, penelitian sebelumnya banyak membahas tentang keuntungan konseptual dari isu lintas-dok atau aktual dari sudut pandang strategis. Hal ini juga diperlukan untuk mempertimbangkan cross-docking dari sudut pandang operasional untuk menemukan jadwal routing kendaraan yang optimal. Dengan demikian, model terpadu mempertimbangkan penjadwalan routing cross-docking dan kendaraan dilakukan dalam penelitian ini. Karena masalah ini dikenal sebagai NP-hard, algoritma heuristik berdasarkan algoritma pencarian tabu diusulkan. Dalam contoh numerik, algoritma yang kami tawarkan menemukan solusi yang baik yang persentase kesalahan rata-ratanya kurang dari 5% dalam jangka waktu yang wajar.

Kesimpulan :

Cross-docking adalah strategi logistik dimana muatan diturunkan dari kendaraan masuk dan (hampir) langsung masuk ke kendaraan keluar, dengan sedikit atau tanpa penyimpanan di antaranya.

Daftar Pustaka

Abdillah, L. A. (2017). Business Modeling – Supply Chain Management.  Retrieved from http://blog.binadarma.ac.id/mleonaa/teaching/business-modeling-supply-chain-management/

Firdaus, O. M., Hartati, V., Prambudia, Y., & Saptadi, S. (2015). Supply Chain Management.

Simchi-Levi, D., Simchi-Levi, E., & Kaminsky, P. (1999). Designing and managing the supply chain: Concepts, strategies, and cases: McGraw-Hill New York.

Sudianto, E., Abdillah, L. A., & Andryani, R. (2013, September). Analisis dan perancangan e-supply chain management pada distribusi karet olahan. Paper presented at the Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi V 2013 (Semnastik2013) Hotel Aryaduta, Palembang.

Advantage / benefit cross-docking, https://www.youtube.com/watch?v=OVYaAWdRaYs&spfreload=10

When cross-docking

https://www.youtube.com/watch?v=eTwsKWa_5NY

Issue cross docking

http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S036083520600091X

Pendahuluan cross docking

http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0305048312000060

Applicable cross docking

https://www.youtube.com/watch?v=Xr9z1NoXr8M

 

Class Group Procurement

Seperti proses apapun proses pembelian terdiri dari beberapa langkah atau kegiatan setiap langkah mengambil informasi, memprosesnya dan berubah menjadi output untuk dimasukkan ke langkah berikutnya. Sementara proses pembelian bervariasi dari organisasi ke organisasi, fundamental utama tetap sama.

mmm

Perintis jam tangan sejak tahun 1905, Rolex berada pada pangkal tonggak sejarah inovasi dalam pembuatan jam tangan, termasuk jam tangan anti-air yang pertama – Oyster – dan rotor Perpetual dengan mekanisme putar automatis. Selama lebih dari seabad, jam tangannya telah menemani penjelajah dan penyukses dari seluruh dunia, dari puncak gunung tertinggi hingga lautan terdalam.

  1. Permintaan untuk membeli / permintaan

Tahap ini berkaitan dengan identifikasi kebutuhan – apa yang harus dibeli – berapa banyak – dan kapan dibutuhkan – ada dua bentuk permintaan utama – yang manual yaitu yang dibuat pada formulir (seperti formulir permintaan) atau lainnya. Dokumen dan yang dibuat secara otomatis melalui sistem tipe ERP. Permintaan kemungkinan akan melalui proses persetujuan dimana otorisasi diberikan untuk membeli barang tersebut (atau tidak!)

  1. Pemilihan pemasok

Pembeli mungkin sudah mengetahui pemasok mana yang akan membeli barang dari permintaan. Jika bukan proses tender (atau permintaan penawaran) dapat dimulai untuk mengidentifikasi pemasok, harga dan waktu tunggu.

  1. Pesanan pembelian

Pemesanan pembelian dikirim ke pemasok (baik salinan kertas atau elektronik) untuk menginformasikan pemasok tentang niat untuk membeli. Urutan pembelian akan mengidentifikasi barang yang dibeli, jumlah yang dibutuhkan dan harga yang harus dibayar. Ini juga akan mengidentifikasi alamat pengiriman dan syarat dan ketentuan yang terkait dengan pesanan. Klik di sini untuk panduan tentang cara membuat template Purchase Order menggunakan Excel.

  1. Pemenuhan

Pemasok kemudian akan mengirimkan barang ke organisasi pembelian. Lead time mungkin diperlukan untuk memungkinkan pemasok memproduksi barang atau menerima pengiriman dari pemasok Mitsubishi sendiri.

  1. Tanda terima barang

Begitu barang tiba di organisasi pembelian, mereka biasanya akan melalui beberapa bentuk proses penerimaan barang dimana barang diperiksa untuk memastikan sesuai dengan pesanan dan kualitasnya benar.

  1. Faktur / pembayaran Pemasok

Pada saat pengiriman, pemasok biasanya akan menerbitkan faktur – yang menyertai barang atau dikirim secara terpisah. Ini akan diterima oleh departemen keuangan – diproses dan dibayar (dengan asumsi barang diterima dan benar).

a. PEMBUATAN JAM TANGAN ROLEX JAM TANGAN

Perintis dalam pengembangan jam tangan, Rolex mendesain, mengembangkan, dan memproduksi semua komponen-komponen penting dari jam-jam tangannya secara internal, mulai dari pencetakan pada emas campuran hingga proses menggunakan mesin, pengukiran, perakitan, dan penyelesaian dari mesin jam, cangkang, pelat dan tali jam.

  1. Desain
  • JENEWA – ACACIAS

Kantor Pusat Rolex adalah pusat manajemen, penelitian dan pengembangan, perancangan, kegiatan komunikasi, penjualan, dan layanan purnajual. Ini juga merupakan tempat terjadinya pemasangan terakhir komponen-komponen yang dikirim dari tiga situs lainnya dan pengawasan mutu dari jam tangan yang sudah selesai dibuat.

2. Cangkang dan tali jam

  • JENEWA PLAN-LES-OUATES

Situs Plan-les-Ouates menggabungkan seluruh kegiatan pengembangan dan produksi cangkang dan tali jam tangan, mulai dari penuangan emas cair dan pembentukkan bahan mentah sampai ke permesinan dan pemolesan akhir. Terdiri dari enam gedung yang kesemuanya dihubungkan oleh sebuah titik pusat menjadikannya situs Rolex terbesar. Ini adalah pabrik peleburan di mana Rolex menghasilkan emas campuran 18 karat untuk jam tangannya, yaitu: emas kuning, emas putih, dan emas Everose, sebuah campuran emas merah muda eksklusif yang diproduksi oleh Rolex.

3. Mesin Jam

  • BIENNE

Situs Bienne adalah fasilitas produksi mesin jam tangan Rolex. Lebih dari 2.000 orang terlibat dalam proses pembuatan dan pemasangan ratusan komponen yang membentuk mesin jam Rolex. Komponen yang kebanyakan berukuran sangat kecil sekaligus rumit secara geometris, dibuat dengan presisi hingga ukuran yang hanya beberapa mikron saja. Proses pembuatan yang penuh ketelitian ini membuat 100 persen mesin jam tangan Rolex memenuhi persyaratan ketepatan dari Swiss Official Chronometer Testing Institute (COSC). Pemasangan dan pengaturan mesin jam tangan tersebut dilakukan sepenuhnya dengan tangan, oleh para operator dan pembuat jam tangan yang sangat ahli.

4. Pelat jam tangan dan peletakkan permata

  • JENEWA CHÊNE-BOURG

Situs Chêne-Bourg menampung kegiatan pengembangan dan pembuatan pelat jam tangan, dan juga segala permata dan penempatannya. Perwujudan wajah Rolex terjadi di sini berkat keajaiban kombinasi dari teknologi canggih dan keahlian tradisional dari para pembuat pelat jam tangan.

Sumber :

https://www.rolex.com/id/watches/rolex-watchmaking/made-in-switzerland.html